PT. FASTINDO ANUGRAH PRATAMA produsen dan distributor segala jenis pupuk non subsidi dengan harga berani bersaing
News

Harga pupuk nonsubsidi tinggi di Pangkalpinang

7 Desember 2012

Jumat, 28 September 2012 16:24 WIB

Harga pupuk nonsubsidi tinggi di Pangkalpinang

Ilustrasi - pupuk nonsubsidi dan bersubsidi (FOTO ANTARA)

Pangkalpinang (ANTARA Sumsel) - Harga pupuk nonsubsidi tinggi di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 200 persen lebih, dibandingkan harga pupuk subsidi pemerintah di daerah itu.

"Tingginya harga pupuk nonsubsidi tersebut terjadi karena jarak pengiriman barang dari Jawa memakan waktu lama dan ditambah biaya pengiriman," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Babel, Ridwan di Pangkalpinang, Jumat.

Selain itu, kata dia, pupuk nonsubsidi dikelola swasta dan tidak mendapat subsidi dari pemerintah setempat, secara otomatis harga pupuk di pedagang distributor tinggi.

Untuk harga pupuk nonsubsidi di tingkat pedagang distributor yaitu pupuk Urea Rp5.200 per kilogram (kg), pupuk KCL Rp6.000 per kg, pupuk NPK wayang Rp6.500 per kg, pupuk TSP Rp6.800 per kg dan untuk pupuk ZA Rp3.600 per kg.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan harga pupuk subsidi pemerintah berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu pupuk Urea Rp1.800 per kg, pupuk SP-36 Rp2.000 per kg, pupuk ZA 1.400 per kg, pupuk NPK Rp2.300 per kg dan pupuk Organik Rp500 per kg.

"Secara umum Disperindag tidak menyalahkan perkembangan harga pupuk nonsubsidi itu, karena Harga Eceran Tertinggi pupuk nonsubidi tidak ada," ujarnya.

Di samping itu, kata dia, perkembangan harga pupuk nonsubsidi di Pangkalpinang cenderung normal, karena semua pedagang distributor mengambil dari pabrik dengan harga tinggi, dan secara otomatis mereka menjual dengan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

Selain itu, Ridwan mengatakan, tidak ada pengaduan dari masyarakat terkait tingginya harga pupuk nonsubsidi tersebut.

Sementara itu, untuk persediaan stok pupuk nonsubsidi di tingkat pedagang distributor tidak bisa dipantau secara rutin, sebab persediaannya tidak menentu.

Akan tetapi, pemerintah berani menjamin perkembangan harga pupuk nonsubsidi akan stabil, karena pengirmiman barang dari Jawa masih lancar.

"Untuk mengurangi tingginya biaya pemeliharaan perkebunan, para petani sebaiknya menggunakan pupuk subsisi pemerintah, kerana harganya jauh lebih rendah dan memadai," ujarnya.  
(T.KR-WRA/A035/Ant)

Editor: Parni
COPYRIGHT © 2012